Menghitung Hari Jadi Tasikmalaya

Posted: 18 Desember 2011 in Tasikmalaya
Tag:, ,

Penetapan Hari Jadi Tasikmalaya, tepatnya tanggal 21 Agustus 1111 Masehi, bukan tanpa alasan dan serta merta diterima secara otomatis. Namun, hal ini atas dasar peninjauan, penilaian, dan pertimbangan, baik dari segi psikologis maupun segi historis dan ilmiah yang melibatkan beragam data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya secara autentik. Hal itu diperkuat melalui naskah Amanat Galunggung, Carita Parahiyangan, dan Prasasti Geger Hanjuang yang menyatakan adanya pemerintahan Galunggung pada tanggal 13 bulan Bhadrapada tahun 1033 Saka. Pertanyaan yang mungkin muncul bagi kita sebagai orang awam, bagaimana caranya para ahli menghitung dan menetapkannya?

Ilmu perhitungan waktu sebagai ilmu bantu sejarah merupakan hal yang sangat penting bagi sejarah. Ilmu perhitungan waktu (kronologi) terbagi tiga: ilmu perhitungan waktu sejarah yang bertujuan mendapatkan bahan-bahan tentang waktu kejadian sejarah (kronografi), matematis menjabarkan kaidah-kaidah ilmu perhitungan waktu teknik menjadi rumusan-rumusan ilmu pasti, dan teknik membicarakan teori-teori kalender. Melalui perhitungan waktu sejarah, diusahakan untuk memberikan tulang punggung pada sejarah dengan menentukan hubungan kejadian-kejadian berdasarkan waktu (Gazalba, 1966: 103).

Kita mengenal tiga perhitungan waktu, yaitu Masehi, Hijriah, dan Hindu (Saka). Tahun Masehi menamakan tahun tertentu dari hitungan waktu Roma sebagai tahun 532 hitungan Masehi. Tahun Hijriah dimulai tatkala Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, dan menurut tahun Masehi tahun 622. Perhitungan tahun Saka mulai digunakan sejak tahun 78 Masehi.

Berkaitan dengan penetapan Hari Jadi Tasikmalaya, Danasasmita (1973) menjelaskan hitungan waktu sejarah berdasarkan sistem tarikh Saka, Masehi, dan Hijriah. Tarikh Saka berdasarkan atas matahari. Awal perhitungannya sejalan dengan sistem tarikh di belahan bumi utara dengan pembagian empat musim. Awal tahun dihitung pada kedudukan matahari di khatulistiwa yang bertepatan dengan musim semi di bagian bumi sebelah utara. Jadi, mengambil awal perhitungan tanggal 23 Maret karena perhitungan tanggal berdasarkan atas sistem bulan tarikh Saka menjadi sistem kombinasi “matahari-bulan”, seperti halnya sistem “Imlek” dalam tarikh Tionghoa.

Secara garis besar, perhitungan penanggalan terbagi dua bagian, yakni waktu bulan terang (suklapaksa) sejak awal bulan terbit waktu matahari terbenam hingga bulan purnama; dan bagian bulan gelap (kresnapaksa) dari bulan purnama hingga bulan tenggelam (tidak muncul waktu malam).

Berkenaan dengan penanggalan Prasasti Geger Hanjuang sebagaimana dikemukakan sebelumnya adalah Trayodasi Bhadrapada 1033 Saka. Andai dikombinasikan, dapat kita sebut tanggal 13 Bhadrapada pada tahun 1111 Masehi. Agar memudahkan perhitungan, dicari penyesuaian antara tanggal 1 Januari 1111 Masehi dan penanggalan Hijriah. Artinya, dihitung jumlah hari sejak 16 Juli 622 M (= 1 Muharam 1 H) hingga tanggal 30 Desember 1110 M.

Secara ringkas dapat dikemukakan, pada tanggal 31 Desember 1110 M tahun Hijriah 504 telah berjalan 165 hari yang meliputi: Muharam (30 hari); Safar (29 hari); Rabiul Awal (30 hari); Rabiul Akhir (29 hari); Jumadil Awal (30 hari); Jumadil Akhir (17 hari), jadi jumlah keseluruhannya meliputi 165 hari. Kesimpulan dari semua perhitungan itu adalah bahwa tanggal 31 Desember 1110 M =17 Jumadil Akhir 504 H. Jadi, 1 Januari 1111 M =18 Jumadil Akhir 504 H.

Penyelesaian selanjutnya diperoleh bahwa 18 Jumadil Akhir 504 H = 1 Januari 1111 M; 1 Rajab 504 H = 13 Januari 1111 M; 1 Saban 504 H = 12 Februari 1111 M.; 1 Ramadan 504 H = 13 Maret 1111 M = Caitra (1033 Saka); 1 Syawal 504 H = 12 April 1111 M Waisaka; 1 Zulqaidah 504 H = 11 Mei 1111 M Jyesta; 1 Zulhijah 504 H = 10 Juni 1111 M Asadha (kabisat); 1 Muharam 505 H = 10 Juli 1111 M Srawana; 1 Safar 505 H = 9 Agustus 1111 M Bhadrapada; dan 13 Safar 505 H = 21 Agustus 1111 M. Maka dari itu, tanggal 1 bulan Bhadrapada tahun 1033 Saka jatuh pada tanggal 1 Safar 505 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 9 Agustus 1111 Masehi. Dengan demikian, tanggal 13 Bhadrapada = 13 Safar tahun 505 Hijriah bertepatan dengan tanggal 21 Agustus 1111 Masehi yang digunakan sebagai Hari Jadi Tasikmalaya, sesuai dengan teks yang tertulis dalam Prasasti Geger Hanjuang. (Sumber : Pikiran Rakyat edisi Sabtu, 28 Agustus 2010, Elis Suryani, dosen, penulis, dan peneliti Unpad)***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s